Grup Batik 2016/2017

Lomba PBB HUT Kabupaten

PBB BATIK

PBB HUT Kabupaten Buru ke 17

GRUP KESEHATAN

PBB HUT Kabupaten Buru Ke 17

GRUP MULTIMEDIA

PBB HUT Kabupaten Buru ke 17

 

Workshop pemutakhiran sistem pendataan Smk tahun 2018

Dalam rangka menyongsong perkembangan teknologi khususnya yang berkaitan dengan peningkatan mutu pendidikan sesuai dengan perkembangannya, maka direktorat psmk mengadakan workshop tik yang berisikan materi :

1. Kebijakan tik pembinaan program tahun 2018

2. Kebijakan dapodik 2018

3. Pengenalan aplikasi dapodik versi 2019 b

4. Pengenalan aplikasi manajemen sekolah

Yang di selenggarakan di hotel the alana solo dari tanggal 10 Desember 2018 sampai dengan 12 desember 2018

Sosialisasi Program Link and Match

Sebagai salah satu lembaga pendidikan vokasi Smk negeri 7 Buru di tuntutan dalam penyimpan lulusan bisa sinkron dengan dunia kerja, oleh karena itu direktorat jenderal bina konstruksi kementerian pekerjaan umum dan perumahan Republik Indonesia mengadakan sosialisasi Link and match untuk lembaga pendidikan Smk terutama untuk program kompetensi desain pemodelan dan informasi bangunan dan program kompetensi teknik konstruksi dan batu dengan materi :

1.Keunggulan Link and Match dalam dunia pendidikan dan kurikulum didik bidang konstruksi yang disampaikan oleh bapak saryadi. ST, MT. Kepala sub direktorat penyelesaian kejuruan dan industri, kemendikbud.

2.UU no. 2 tahun 2017, peran jasa konstruksi dan lembaga pe ndidikan, yang disampaikan ibu Damaris Paruntung, Se, Kasubdit Pemberdayaan wilayah

3.Testimoni Pelaksanaan pilot Project link and match di smk3 Jayapura,

4.Pola sertifikasi di Lembaga Pendidikan yang disampaikan oleh Lpjk Maluku Utara

5.Skema Sertifikasi melalui Pola Link and Match disampaikan oleh ibu chatarina sihombing, S. Sos.

6. Makna Sertifikasi dalam mengatasi kegagalan bangunan (K3) oleh Dra. Savitri Rusdyanti, M. Doc. Sci

Sosialisasi ini akan dilanjutkan sebagaimana pilot Project Link and match di 13 Smk. Smkn7 buru sangat beruntung termasuk sebagai sasaran program Link match tahap dua bersama dengan 21 Smk di Provinsi Maluku, prov. Maluku Utara, Provinsi Papua, dan provinsi Papua barat

Sosialisasi Anti Narkoba

Polres Buru Bekerja sama dengan Lembaga  LPM ‘Visi Insani” mengadakan Sosialisai dan Penyuluhan Bahaya Narkoba, dengan Moto ” Say No To Drugs ” yang diikuti oleh siswa siswa Kelas 10 dan 11 . Dalam Acara tersebut dihadiri oleh Anggota DPRD Provinsi Bapak Sudarmo.

 

 

INFORMATIKA, SULITKAH?

MAPEL BARU INFORMATIKA, SULITKAH?
#menemubaling

Nasib mata pelajaran (mapel) TIK yang selama ini terpaksa “dilengserkan” dari posisinya di dalam kurikulum 2013 mulai menemui titik terang. Polemik hilangnya materi pelajaran yang diampu oleh banyak guru dan menyebabkan mereka terpaksa ‘non job” karena tugasnya berubah menjadi guru BK TIK sebentar lagi mudah-mudahan akan segera terselesaikan.

Seingat saya mapel TIK yang dulu seolah tiba-tiba muncul dan kemudian tiba-tiba menghilang itu menurut sejarahnya ada lalu tiada karena kebutuhan. Pada tahun 2006 ketika pemerintah meluncurkan KTSP 2006, kita memiliki kebutuhan tinggi agar secepatnya bisa mengoperasikan alat-alat digital, terutama komputer dan laptop.

Orang dianggap perlu belajar teori-teori tentang apa itu komputer dan bagian-bagiannya serta cara mengoperasikannya. bahkan sampai pada nama bagian-bagian dari komputer dan bagaimana cara menghidupkan dan mematikannya. Maka muncullah mapel TIK yang dianggap sangat penting dan unggulan saat itu. Dunia yang begitu cepat berubah dan kompetensi digital masyarakat yang terus meningkat menyebabkan mapel TIK yang dianggap hanya berisi kemampuan “penjet tombol” itu harus rela untuk “lengser keprabon”.

Orang dianggap tidak lagi butuh kursus-kursus komputer dasar seperti menghidupkan dan mematikan komputer, menghubungkannya dengan sound, system atau LCD, serta mengoperasikan software-software office sebagai ganti menulis di mesin ketik dan membuat presentasi presentasi sederhana pengganti OHP. Orang menjadi semakin familiar dengan segala sesuatu yang berhubungan dengan komputer dengan segala macam operasi digitalnya. Maka dengan sendirinya pembelajaran komputer di sekolah yang disebut sebagai mapel TIK itu dengan resmi dihapuskan dari kurikulum 2013. Ini karena mapel TIK dianggap tidak lagi memberikan kontribusi yang cukup bagi perkembangan literasi digital para siswa sesuai tuntutan zaman.

Di era revolusi industri 4.0 ini ( https://m.merdeka.com/peristiwa/hadapi-revolusi-industri-40-mendikbud-akan-rancang-ulang-kurikulum.html
Hadapi Revolusi Industri 4.0, Mendikbud akan rancang ulang …)
kompetensi untuk berinteraksi dengan cyber system menuntut para pendidik untuk mempersiapkan anak didiknya berhadapan dengan dunia digital yang semakin rumit. Jika yang digunakan adalah mapel TIK paradigma lama, sudah dipastikan hasilnya akan sulit diharapkan.

Di era revolusi industri 4.0 ini para lulusan nantinya diharapkan bukan hanya menjadi pemakai teknologi informasi produk orang lain, tetapi mereka harus menjadi lebih produktif. Mereka harus bisa menghasilkan sendiri produk produk teknologi informasi mereka sendiri, bahkan menghasilkan temuan-temuan baru di bidang itu. Contoh mudahnya, pendidikan ketika kita harus bisa menghasilkan Nadiem Makarim -Nadiem Makarim (pendiri GOJEK) baru sebanyak mungkin sebagaimana Amerika Serikat menghasilkan Mark Zuckerberg pendiri Facebook atau Larry Page pendiri Google dan banyak lagi yang lainnya.

Terobosan Kemendikbud dalam memunculkan mapel INFORMATIKA ini patut diacungi jempol. Konten dari Mapel Informatika sebagai wujud mapel TIK masa kini adalah materi STEM-C (Science Technology Engineering Mathematics and Computational Thinking). Dengan mapel ini para siswa diajak untuk belajar tentang STEM Dan memulai berpikir terkomputerisasi yang terstruktur dan algiritmik. Dengan sendirinya mereka terbiasa berpikir orde tinggi (HOTS) sejak sedini mungkin dan ini sangat inline dengan Kurikulum 2013. Dengan STEM-C ini anak akan berinteraksi dengan computer science dan digital art mulai usia dini dengan cara-cara khusus yang mereka mudah memahaminya.

Saya dengan sponsor dari Eduspec tiga tahun lalu pernah belajar STEM and Computational Thinking selama seminggu. Pelatih kami adalah para mentor dari Singapura dan Malaysia, dua negara tetangga kita yang sudah mulai menerapkan STEM n C dalam sistem pendidikan mereka sejak beberapa tahun sebelumnya. Mereka mendapatkan ilmu mereka dari Amerika Serikat.

Ternyata belajar tentang STEM n C ini kurang lebih sama dengan belajar ilmu-ilmu yang lain. Beberapa rekan guru dan pengawas terlihat apriori dengan munculnya mapel INFORMATIKA ini. Belum terbiasanya mereka dengan penggunaan istilah programming, coding, algoritma, artifisial intelijen, robotik, cyber sistem, dan lain-lain menyebabkan mereka cenderung berpikir bahwa mapel ini akan sulit dan merepotkan saja.

Pada tulisan ini saya akan sedikit berbagi tentang pengalaman dalam mengimplementasikan STEM-C kepada anak-anak usia SD dan SMP yang ternyata membuat saya justeru berbesar hati. Pembelajaran coding yang dipermudah dengan coding semu (pseudocoding) pada awal pengenalan ternyata bisa dipelajari anak-anak dengan sangat menyenangkan. Mereka tinggal melakukan drag and drop untuk menuangkan gagasannya dalam coding setelah diajarkan tentang berpikir terstruktur dan algoritmik.

Pengalaman pertama mengimplementasikan STEM-C untuk anak-anak saya peroleh tiga tahun lalu. Waktu itu selesai mendapatkan pelatihan STEM-C di Jakarta tahun 2015, ilmunya segera saya ujicobakan untuk anak ketiga saya yang masih berumur 7 tahun. Davin, nama anak saya itu, dan ia baru lepas dari TK saat itu.

Sebagaimana anak-anak lain yang juga lahir sebagai digital natives, di usianya yang masih belia Davin terbiasa dengan peralatan digital seperti HP, tablet, dan komputer. Tetapi sesungguhnya ia anak yang biasa saja seperti anak-anak yang lain. Ia bukan sebagai anak yang memiliki kecerdasan sangat menonjol. Ia sangat suka dengan gambar dan gambar bergerak (animasi) di dalam layar digital.

Setelah saya ajari sambil bermain-main, dia ternyata bisa menerima materi STEM-C yang saya sampaikan dengan software Scratch. Software ini biasa digunakan untuk mengajarkan STEM-C di negara-negara maju yang sudah mengimplementasikannya.

Yang membuat saya berbesar hati, ternyata ia tidak mengalami banyak kesulitan tetapi justru menyukainya. Setelah tahu operasi-operasi dasar pseudocoding seringkali ia berinisiatif sendiri untuk membuka laptop dan membuat animasi dengan menggunakan perintah perintah logo dengan drag and drop di dalam aplikasi tersebut.

Saat itu hasil-hasil animasi terstruktur karya Davin bisa membuat siapapun berdecak kagum, termasuk saya sebagai orang tuanya yang tidak mengira bahwa ternyata computational thinking itu bisa menyentuh semua usia dan anak-anak normal dengan kemampuan biasa. Hasil karyanya sering saya tampilkan saat mengisi workshop atau seminar.

Pengalaman kedua adalah ketika saya bersama seorang rekan pelatih membimbing dua tim siswa kelas 7 SMP Al-Azhar Banyumanik Semarang untuk mengikuti lomba Augmented Reality dan Game Development tingkat ASEAN yang diselenggarakan oleh SEAMEO. Mereka masih berusia 13 tahun dan ternyata harus berhadapan dengan masing-masing 300 tim dari berbagai negara ASEAN yang usianya antara 13 sampai 19 tahun. Ini artinya mereka harus bersaing dengan sesama anak SMP, SLTA dan bahkan mahasiswa perguruan tinggi.

Keinginan pihak sekolah yang besar untuk mengujicoba kemampuan siswanya dikancah ASEAN menyebabkan mereka sangat bersemangat untuk mendatangkan pelatih dan membina dua tim tersebut. Kesungguhan para anggota tim untuk belajar dalam waktu singkat dan menguasai skill untuk membuat Game Edukasi dan Augmented Reality memang membuat kami berdecak kagum.

Ternyata dari mulai membuat karakter game dan objek-objek 3D ( tiga dimensi) sampai memberikan perintah dengan menggunakan pseudocoding, baik untuk game edukasi maupunun Augmented Reality, anak-anak yang menjadi anggota tim tidak mengalami banyak kesulitan berarti. Bahkan mereka dengan senang hati bekerja dibawah deadline waktu yang sangat mepet untuk menyelesaikan karyanya. Software yang digunakan adalah Construct 2, Blender dan Unity 3D yang semuanya versi tidak berbayar.

Mereka masih berusia 13 tahun dan kedua tim yang masing-masing terdiri dari 3 orang tersebut ternyata bisa masuk ke final dan bersaing dengan para siswa SMK jurusan rekayasa perangkat lunak dan mahasiswa D3 Politeknik. Walaupun hasil akhirnya kedua tim hanya berhasil menjadi satu-satunya tim SMP yang berada di posisi 7 besar dan 13 besar ASEAN di antara tim finalis lain yang berasal dari SLTA dan perguruan tinggi, tetapi setidaknya para siswa SMP yang notabene usianya masih sangat belia ternyata tidak mengalami kesulitan yang berarti untuk belajar STEM-C.

Inilah yang menyebabkan saya sangat optimis bahwa mapel INFORMATIKA nantinya akan menjadi jalan keluar yang baik untuk kita. Tidak hanya tentang para guru TIK yang akhirnya bisa mendapatkan pekerjaan mereka lagi, tetapi juga tentang bagaimana anak-anak kita bisa berpikir pada level HOTS, menjadi warga dunia yang sangat melek secara digital, sekaligus menjadi bangsa yang produktif dari sisi teknologi informasi yang tidak kalah dengan bangsa-bangsa yang lain.

Untuk itu, guru TIK sekarang (baca INFORMATIKA) paradigma berpikirnya juga harus disesuaikan. Mapel TIK yang baru bukan lagi mata pelajaran “penjet tombol” tetapi adalah tentang ilmu komputer dengan segala perniknya. Jangan sampai mapel informatikanya dahsyat tetapi gurunya justru ketinggalan satu abad. Karena belum-belum sudah ada yang merasa kesulitan. Jangan ya 😍. Pelatihan yang sungguh-sungguh untuk meningkatkan kompetensi guru TIK ataupun guru lain yang diberi tugas mengajarkan mapel Informatika ini mutlak diperlukan yang sekaligus terukur dan terkontrol.

Untuk menyambut datangnya “anak kandung” baru Kurikulum di era revolusi industri 4. 0 yang bernama INFORMATIKA ini Ikatan Guru Indonesia (IGI) sedang menyiapkan sebuah kanal pelatihan baru yang bernama SAGUMACO atau Satu Guru Mahir Coding. Semoga langkah ini bisa mewarnai indahnya peningkatan kompetensi para guru Indonesia di bidang teknologi informasi.

Salam INFORMATIKA!

Mampuono
Sekjen IGI

===========================
Senarang, 5 Agustus 2018 09.00WIB. Ditulis dengan metode menemu baling menulis dengan mulut dan membaca dengan telinga.

FESTIVAL ANAK BUPOLO

Dalam Rangka Memeriahkan Festival Anak Bupolo 2018, SMK Negeri 7 Buru ikut Berpartisipasi dalam Beberapa Lomba.

Dalam Beberapa Lomba SMKN7 Mendapatkan Juara 1 untuk Pidato bahasa Inggris, Juara 2 Untuk Lomba Karnaval dengan Mengambil Tema Kesehatan, serta Juara 3 untuk Permainan Tradisoonal

 

SMKN7 BURU ,LAWATAN SEJARAH MALUKU

Kegiatan lawatan sejarah daerah maluku diselenggarakan oleh balai pelestarian nilai budaya maluku (BPNB) Yang diselenggarkan mulai tgl 26-28 juli 2018 di kota namlea. Adapun tujuan dari kegiatan ini yaitu agar para siswa dapat mengetahui sejarah lokal tentang peristiwa kemerdekaan dan pasca kemerdekaan yang terjadi di pulau buru serta mengenal para pejuang kemerdekaan yang ada dipulau buru.
Kegiatan ini diikuti oleh siswa-siswi SMA,SMK dan MA yg ada di kab.buru. peserta kegiatan ini berjumlah 85 orang.
Adapun agenda kegiatan ini yaitu berupa lawatan atau kunjungan ke situs sejarah yang berada di sekitar kota namlea. Situs sejarah yang dikunjungi yaitu: tugu pendaratan TNI didesa ubung, bangker peninggalan jepang di lapter lala, bekas rumah kerasidenan belanda, bekas bangunan sekolah belanda & bekas kantor pemerintah belanda yang berada didepan pelabuhan kecil namlea. Dalam setiap kunjungan ada seoarang narasumber yang menjelaskan tentang peristiwa-peristiwa yang terjadi di tempat tersebut. & para siswa pun aktif dalam memberikan berbagai pertanyaan ke narasumber.
Kegiatan ini ditutup pada hari jumat sore, namun para siswa baru diijinkan pulang pada sabtu pagi.

Pelantikan Anggota Baru PMR SMKN7 Buru

Pada hari ini Sabtu tanggal 21 Juli 2018 diselenggarakan Perkemahan Palang Merah Remaja (PMR) dalam rangka pelantikan anggota PMR baru SMKN 7 Buru yang berjumlah 39 orang calon, yang terdiri dari 27 orang wanita dan 12 orang pria..

Pembukaan Acara dilakukan oleh Bapak Munawir Tomu, S.Pd sebagai Anggota PMI Kecamatan Namlea, sekaligus Kepala SMKN 7 Buru. Dalam amanat pembukaan kegiatan beliau berpesan agar peserta dapat menggali ilmu dari pelatih dan mengembangkan serta menerapkan dalam kehidupan sehari-hari tanpa pamrih, sebab Palang Merah adalah kegiatan sosial tanpa mengharapkan imbalan materi mohon keridha’an Allah SWT. semata.

Renungan

Kalau ingin _menangkap_ ayam, jangan *dikejar*, nanti kita akan *lelah* dan ayam pun makin *menjauh*.
Berikanlah ia _beras_ dan _makanan_, nanti dengan mudah ia *datang* dengan *rela_

Begitupun *REJEKI*, melangkahlah dengan *BAIK*, jangan terlalu _kencang_ *mengejar*, _ngotot_ *memburu*, nanti kita akan merasa *lelah* tanpa *HASIL*. Keluarkanlah _sedekah_, nanti *REJEKI* akan datang _menghampir_ tepat waktu.

Kalau ingin *MEMELIHARA* kupu-kupu, Jangan *tangkap* _kupu-kupunya_ pasti ia akan *terbang*.

Tetapi _tanamlah_ *bunga*.
Maka *kupu-kupu*
akan *datang* dengan sendirinya
dan *membentangkan* sayap-sayapnya yang *INDAH*

Bahkan bukan hanya *kupu-kupu* yang _datang_, tetapi kawanan yang lain juga datang seperti
_lebah_, _capung_ dan lainnya
*menambah* warna warni _keindahan_ taman *BUNGA* kita

Sama halnya dalam *KEHIDUPAN* di dunia ini.
Ketika kita menginginkan
*Kebahagiaan* n *Keberuntungan*,
Tanamkan *kebaikan* demi *kebaikan,* *kejujuran* demi *kejujuran,*

Maka +kebahagiaan* dan *keberuntungan* akan datang sendirinya
Oleh karena itu,
selagi kita masih *HIDUP*,
mari kita membangun taman taman *bunga* kita,

Hidup selalu *terbungkus* oleh banyak _lapisan_. Kita hanya melihat *lapisan* _luar_ & tidak tahu *isi* dalamnya.

Kita hanya melihat**, Wah…. _pengusaha_ itu *hebat*, rumahnya *besar*, mobilnya *mewah*, hidupnya *bahagia* sekali.
Padahal dia lagi *stress* & hidupnya penuh *hutang*, *kerja keras* hanya buat *bayar* bunga pinjaman, semua asetnya sudah jadi *milik* bank.

Wahhh… pasangan *anggun* yg hadir di acara reuni itu begitu *serasi* & *mempesona*, mereka pasti hidup _harmonis_ & _bahagia_.
Padahal hidup mereka *penuh* dgn _kebencian_, saling _menuduh_, _menghianati_ & _menyakiti_, bahkan sudah dalam proses *perceraian* & *bagi harta*.

Lihat pemuda itu, lulusan *Harvard* dgn nilai *Cum Laude*, pasti mudah dapat _kerja_, _gaji besar_, hidupnya pasti *bahagia*.
Padahal dia kena *PHK* sudah 10x, jadi korban *fitnah* di lingkungan kerjanya. Sudah 2 bulan belum dapat *job baru*.

Kita selalu *tertipu* oleh *keindahan* _diluar_ & tdk tahu *realita* yg _didalam_.

Sesungguhnya semua *keluarga* punya *masalah*. Semua *orang* punya *cerita*, Begitulah _hakekat_ hidup.

Janganlah *menggosip* tentang *masalah* orang, sebenarnya siapapun tidak mau _mengalami_ *masalah* tapi manusia tak luput dari *masalah*.

Jangan _mengeluh_ karena *masalah*.
Hayatilah *MAKNA* dibalik semua *masalah* maka semua *masalah* akan membuat hidup menjadi *BERMAKNA.*

Jangan *bandingkan* hidup kita dgn orang lain, krn orang lain belum tentu lebih *bahagia* dari kita.

*SEMOGA MANFAAT, SENANTIASA BAHAGIA & TETAP SEHAT, SERTA SUKSES SELALU*

Sosialisasi Kurikulum & Peraturan Akademik ke orangtua siswa

Guna menlancarkan Proses Belajar Mengajar dan demi maksimalnya penguasaaan materi ajar oleh siswa SMKN7 buru perlu ada kerjasama pihak sekolah dengan orang tua/ wali siswa, apalagi sebagian besar waktu dalam keseharian lebih banyak di rumah atau di luar sekolah

Pemaparan tentang Kurikulum yang ada di SMKN7 buru kepada orang tua wali di sampaikan dalam forum rapat orang tua siswa baru yang di selenggarakan pada hari Sabtu tanggal 7 Julu 2018

Disamping Pemaparan tentang Kurikulum SMKN7 kepada para orang tua siswa baru , juga dalam kesempatan yang sama di sampaikan Pemaparan tentang Peraturan Akademik SMKN7 Buru yang berupa Aplikasi Android yang dapat di unduh di googleplay dengan link sebagai berikut : https://play.google.com/store/apps/details?id=esemka.PA

Manajemen Kelas dengan Teacher Aide Pro

Dokumentasi performa murid penting sekali sebagai salah satu dasar dalam mengevaluasi proses pendidikan. Namun, pencatatan manual yang cenderung terpisah menjadi tantangan tersendiri. Hal ini seringkali menyebabkan kita tidak maksimal dalam melakukan evaluasi.

Kini telah hadir banyak aplikasi yang mendukung proses pendidikan. Salah satunya, Teacher Aide Pro yang memudahkan guru dalam mendokumentasikan performa murid secara komprehensif dan kolaboratif. Aplikasi ini befungsi mendokumentasikan absensi, nilai-nilai yang diperoleh, dan daftar kontak setiap murid.  Keutuhan data terjaga dengan baik dan dapat disambungkan ke dropbox atau email sebagai back up. Uniknya, aplikasi ini dapat menghasilkan laporan dalam format pdf. yang meliputi data-data tersebut untuk dikirimkan kepada orang tua murid dan pihak yang membutuhkan.

 

Dalam jangka panjang data-data yang didokumentasikan pada aplikasi ini dapat digunakan sebagai dasar evaluasi murid sekaligus guru untuk merencanakan strategi mengajar yang lebih baik.

Aplikasi peraih 2011 Best Teacher App Ever Award dapat diuji coba Guraru secara gratis dengan mendownload di Google Play Store.

https://play.google.com/store/apps/details?id=com.apps.ips.teacheraidepro3

 

WhatsApp chat