Category Archives: Uncategorized

INFORMATIKA, SULITKAH?

MAPEL BARU INFORMATIKA, SULITKAH?
#menemubaling

Nasib mata pelajaran (mapel) TIK yang selama ini terpaksa “dilengserkan” dari posisinya di dalam kurikulum 2013 mulai menemui titik terang. Polemik hilangnya materi pelajaran yang diampu oleh banyak guru dan menyebabkan mereka terpaksa ‘non job” karena tugasnya berubah menjadi guru BK TIK sebentar lagi mudah-mudahan akan segera terselesaikan.

Seingat saya mapel TIK yang dulu seolah tiba-tiba muncul dan kemudian tiba-tiba menghilang itu menurut sejarahnya ada lalu tiada karena kebutuhan. Pada tahun 2006 ketika pemerintah meluncurkan KTSP 2006, kita memiliki kebutuhan tinggi agar secepatnya bisa mengoperasikan alat-alat digital, terutama komputer dan laptop.

Orang dianggap perlu belajar teori-teori tentang apa itu komputer dan bagian-bagiannya serta cara mengoperasikannya. bahkan sampai pada nama bagian-bagian dari komputer dan bagaimana cara menghidupkan dan mematikannya. Maka muncullah mapel TIK yang dianggap sangat penting dan unggulan saat itu. Dunia yang begitu cepat berubah dan kompetensi digital masyarakat yang terus meningkat menyebabkan mapel TIK yang dianggap hanya berisi kemampuan “penjet tombol” itu harus rela untuk “lengser keprabon”.

Orang dianggap tidak lagi butuh kursus-kursus komputer dasar seperti menghidupkan dan mematikan komputer, menghubungkannya dengan sound, system atau LCD, serta mengoperasikan software-software office sebagai ganti menulis di mesin ketik dan membuat presentasi presentasi sederhana pengganti OHP. Orang menjadi semakin familiar dengan segala sesuatu yang berhubungan dengan komputer dengan segala macam operasi digitalnya. Maka dengan sendirinya pembelajaran komputer di sekolah yang disebut sebagai mapel TIK itu dengan resmi dihapuskan dari kurikulum 2013. Ini karena mapel TIK dianggap tidak lagi memberikan kontribusi yang cukup bagi perkembangan literasi digital para siswa sesuai tuntutan zaman.

Di era revolusi industri 4.0 ini ( https://m.merdeka.com/peristiwa/hadapi-revolusi-industri-40-mendikbud-akan-rancang-ulang-kurikulum.html
Hadapi Revolusi Industri 4.0, Mendikbud akan rancang ulang …)
kompetensi untuk berinteraksi dengan cyber system menuntut para pendidik untuk mempersiapkan anak didiknya berhadapan dengan dunia digital yang semakin rumit. Jika yang digunakan adalah mapel TIK paradigma lama, sudah dipastikan hasilnya akan sulit diharapkan.

Di era revolusi industri 4.0 ini para lulusan nantinya diharapkan bukan hanya menjadi pemakai teknologi informasi produk orang lain, tetapi mereka harus menjadi lebih produktif. Mereka harus bisa menghasilkan sendiri produk produk teknologi informasi mereka sendiri, bahkan menghasilkan temuan-temuan baru di bidang itu. Contoh mudahnya, pendidikan ketika kita harus bisa menghasilkan Nadiem Makarim -Nadiem Makarim (pendiri GOJEK) baru sebanyak mungkin sebagaimana Amerika Serikat menghasilkan Mark Zuckerberg pendiri Facebook atau Larry Page pendiri Google dan banyak lagi yang lainnya.

Terobosan Kemendikbud dalam memunculkan mapel INFORMATIKA ini patut diacungi jempol. Konten dari Mapel Informatika sebagai wujud mapel TIK masa kini adalah materi STEM-C (Science Technology Engineering Mathematics and Computational Thinking). Dengan mapel ini para siswa diajak untuk belajar tentang STEM Dan memulai berpikir terkomputerisasi yang terstruktur dan algiritmik. Dengan sendirinya mereka terbiasa berpikir orde tinggi (HOTS) sejak sedini mungkin dan ini sangat inline dengan Kurikulum 2013. Dengan STEM-C ini anak akan berinteraksi dengan computer science dan digital art mulai usia dini dengan cara-cara khusus yang mereka mudah memahaminya.

Saya dengan sponsor dari Eduspec tiga tahun lalu pernah belajar STEM and Computational Thinking selama seminggu. Pelatih kami adalah para mentor dari Singapura dan Malaysia, dua negara tetangga kita yang sudah mulai menerapkan STEM n C dalam sistem pendidikan mereka sejak beberapa tahun sebelumnya. Mereka mendapatkan ilmu mereka dari Amerika Serikat.

Ternyata belajar tentang STEM n C ini kurang lebih sama dengan belajar ilmu-ilmu yang lain. Beberapa rekan guru dan pengawas terlihat apriori dengan munculnya mapel INFORMATIKA ini. Belum terbiasanya mereka dengan penggunaan istilah programming, coding, algoritma, artifisial intelijen, robotik, cyber sistem, dan lain-lain menyebabkan mereka cenderung berpikir bahwa mapel ini akan sulit dan merepotkan saja.

Pada tulisan ini saya akan sedikit berbagi tentang pengalaman dalam mengimplementasikan STEM-C kepada anak-anak usia SD dan SMP yang ternyata membuat saya justeru berbesar hati. Pembelajaran coding yang dipermudah dengan coding semu (pseudocoding) pada awal pengenalan ternyata bisa dipelajari anak-anak dengan sangat menyenangkan. Mereka tinggal melakukan drag and drop untuk menuangkan gagasannya dalam coding setelah diajarkan tentang berpikir terstruktur dan algoritmik.

Pengalaman pertama mengimplementasikan STEM-C untuk anak-anak saya peroleh tiga tahun lalu. Waktu itu selesai mendapatkan pelatihan STEM-C di Jakarta tahun 2015, ilmunya segera saya ujicobakan untuk anak ketiga saya yang masih berumur 7 tahun. Davin, nama anak saya itu, dan ia baru lepas dari TK saat itu.

Sebagaimana anak-anak lain yang juga lahir sebagai digital natives, di usianya yang masih belia Davin terbiasa dengan peralatan digital seperti HP, tablet, dan komputer. Tetapi sesungguhnya ia anak yang biasa saja seperti anak-anak yang lain. Ia bukan sebagai anak yang memiliki kecerdasan sangat menonjol. Ia sangat suka dengan gambar dan gambar bergerak (animasi) di dalam layar digital.

Setelah saya ajari sambil bermain-main, dia ternyata bisa menerima materi STEM-C yang saya sampaikan dengan software Scratch. Software ini biasa digunakan untuk mengajarkan STEM-C di negara-negara maju yang sudah mengimplementasikannya.

Yang membuat saya berbesar hati, ternyata ia tidak mengalami banyak kesulitan tetapi justru menyukainya. Setelah tahu operasi-operasi dasar pseudocoding seringkali ia berinisiatif sendiri untuk membuka laptop dan membuat animasi dengan menggunakan perintah perintah logo dengan drag and drop di dalam aplikasi tersebut.

Saat itu hasil-hasil animasi terstruktur karya Davin bisa membuat siapapun berdecak kagum, termasuk saya sebagai orang tuanya yang tidak mengira bahwa ternyata computational thinking itu bisa menyentuh semua usia dan anak-anak normal dengan kemampuan biasa. Hasil karyanya sering saya tampilkan saat mengisi workshop atau seminar.

Pengalaman kedua adalah ketika saya bersama seorang rekan pelatih membimbing dua tim siswa kelas 7 SMP Al-Azhar Banyumanik Semarang untuk mengikuti lomba Augmented Reality dan Game Development tingkat ASEAN yang diselenggarakan oleh SEAMEO. Mereka masih berusia 13 tahun dan ternyata harus berhadapan dengan masing-masing 300 tim dari berbagai negara ASEAN yang usianya antara 13 sampai 19 tahun. Ini artinya mereka harus bersaing dengan sesama anak SMP, SLTA dan bahkan mahasiswa perguruan tinggi.

Keinginan pihak sekolah yang besar untuk mengujicoba kemampuan siswanya dikancah ASEAN menyebabkan mereka sangat bersemangat untuk mendatangkan pelatih dan membina dua tim tersebut. Kesungguhan para anggota tim untuk belajar dalam waktu singkat dan menguasai skill untuk membuat Game Edukasi dan Augmented Reality memang membuat kami berdecak kagum.

Ternyata dari mulai membuat karakter game dan objek-objek 3D ( tiga dimensi) sampai memberikan perintah dengan menggunakan pseudocoding, baik untuk game edukasi maupunun Augmented Reality, anak-anak yang menjadi anggota tim tidak mengalami banyak kesulitan berarti. Bahkan mereka dengan senang hati bekerja dibawah deadline waktu yang sangat mepet untuk menyelesaikan karyanya. Software yang digunakan adalah Construct 2, Blender dan Unity 3D yang semuanya versi tidak berbayar.

Mereka masih berusia 13 tahun dan kedua tim yang masing-masing terdiri dari 3 orang tersebut ternyata bisa masuk ke final dan bersaing dengan para siswa SMK jurusan rekayasa perangkat lunak dan mahasiswa D3 Politeknik. Walaupun hasil akhirnya kedua tim hanya berhasil menjadi satu-satunya tim SMP yang berada di posisi 7 besar dan 13 besar ASEAN di antara tim finalis lain yang berasal dari SLTA dan perguruan tinggi, tetapi setidaknya para siswa SMP yang notabene usianya masih sangat belia ternyata tidak mengalami kesulitan yang berarti untuk belajar STEM-C.

Inilah yang menyebabkan saya sangat optimis bahwa mapel INFORMATIKA nantinya akan menjadi jalan keluar yang baik untuk kita. Tidak hanya tentang para guru TIK yang akhirnya bisa mendapatkan pekerjaan mereka lagi, tetapi juga tentang bagaimana anak-anak kita bisa berpikir pada level HOTS, menjadi warga dunia yang sangat melek secara digital, sekaligus menjadi bangsa yang produktif dari sisi teknologi informasi yang tidak kalah dengan bangsa-bangsa yang lain.

Untuk itu, guru TIK sekarang (baca INFORMATIKA) paradigma berpikirnya juga harus disesuaikan. Mapel TIK yang baru bukan lagi mata pelajaran “penjet tombol” tetapi adalah tentang ilmu komputer dengan segala perniknya. Jangan sampai mapel informatikanya dahsyat tetapi gurunya justru ketinggalan satu abad. Karena belum-belum sudah ada yang merasa kesulitan. Jangan ya 😍. Pelatihan yang sungguh-sungguh untuk meningkatkan kompetensi guru TIK ataupun guru lain yang diberi tugas mengajarkan mapel Informatika ini mutlak diperlukan yang sekaligus terukur dan terkontrol.

Untuk menyambut datangnya “anak kandung” baru Kurikulum di era revolusi industri 4. 0 yang bernama INFORMATIKA ini Ikatan Guru Indonesia (IGI) sedang menyiapkan sebuah kanal pelatihan baru yang bernama SAGUMACO atau Satu Guru Mahir Coding. Semoga langkah ini bisa mewarnai indahnya peningkatan kompetensi para guru Indonesia di bidang teknologi informasi.

Salam INFORMATIKA!

Mampuono
Sekjen IGI

===========================
Senarang, 5 Agustus 2018 09.00WIB. Ditulis dengan metode menemu baling menulis dengan mulut dan membaca dengan telinga.

FESTIVAL ANAK BUPOLO

Dalam Rangka Memeriahkan Festival Anak Bupolo 2018, SMK Negeri 7 Buru ikut Berpartisipasi dalam Beberapa Lomba.

Dalam Beberapa Lomba SMKN7 Mendapatkan Juara 1 untuk Pidato bahasa Inggris, Juara 2 Untuk Lomba Karnaval dengan Mengambil Tema Kesehatan, serta Juara 3 untuk Permainan Tradisoonal

 

Pelantikan Anggota Baru PMR SMKN7 Buru

Pada hari ini Sabtu tanggal 21 Juli 2018 diselenggarakan Perkemahan Palang Merah Remaja (PMR) dalam rangka pelantikan anggota PMR baru SMKN 7 Buru yang berjumlah 39 orang calon, yang terdiri dari 27 orang wanita dan 12 orang pria..

Pembukaan Acara dilakukan oleh Bapak Munawir Tomu, S.Pd sebagai Anggota PMI Kecamatan Namlea, sekaligus Kepala SMKN 7 Buru. Dalam amanat pembukaan kegiatan beliau berpesan agar peserta dapat menggali ilmu dari pelatih dan mengembangkan serta menerapkan dalam kehidupan sehari-hari tanpa pamrih, sebab Palang Merah adalah kegiatan sosial tanpa mengharapkan imbalan materi mohon keridha’an Allah SWT. semata.

Renungan

Kalau ingin _menangkap_ ayam, jangan *dikejar*, nanti kita akan *lelah* dan ayam pun makin *menjauh*.
Berikanlah ia _beras_ dan _makanan_, nanti dengan mudah ia *datang* dengan *rela_

Begitupun *REJEKI*, melangkahlah dengan *BAIK*, jangan terlalu _kencang_ *mengejar*, _ngotot_ *memburu*, nanti kita akan merasa *lelah* tanpa *HASIL*. Keluarkanlah _sedekah_, nanti *REJEKI* akan datang _menghampir_ tepat waktu.

Kalau ingin *MEMELIHARA* kupu-kupu, Jangan *tangkap* _kupu-kupunya_ pasti ia akan *terbang*.

Tetapi _tanamlah_ *bunga*.
Maka *kupu-kupu*
akan *datang* dengan sendirinya
dan *membentangkan* sayap-sayapnya yang *INDAH*

Bahkan bukan hanya *kupu-kupu* yang _datang_, tetapi kawanan yang lain juga datang seperti
_lebah_, _capung_ dan lainnya
*menambah* warna warni _keindahan_ taman *BUNGA* kita

Sama halnya dalam *KEHIDUPAN* di dunia ini.
Ketika kita menginginkan
*Kebahagiaan* n *Keberuntungan*,
Tanamkan *kebaikan* demi *kebaikan,* *kejujuran* demi *kejujuran,*

Maka +kebahagiaan* dan *keberuntungan* akan datang sendirinya
Oleh karena itu,
selagi kita masih *HIDUP*,
mari kita membangun taman taman *bunga* kita,

Hidup selalu *terbungkus* oleh banyak _lapisan_. Kita hanya melihat *lapisan* _luar_ & tidak tahu *isi* dalamnya.

Kita hanya melihat**, Wah…. _pengusaha_ itu *hebat*, rumahnya *besar*, mobilnya *mewah*, hidupnya *bahagia* sekali.
Padahal dia lagi *stress* & hidupnya penuh *hutang*, *kerja keras* hanya buat *bayar* bunga pinjaman, semua asetnya sudah jadi *milik* bank.

Wahhh… pasangan *anggun* yg hadir di acara reuni itu begitu *serasi* & *mempesona*, mereka pasti hidup _harmonis_ & _bahagia_.
Padahal hidup mereka *penuh* dgn _kebencian_, saling _menuduh_, _menghianati_ & _menyakiti_, bahkan sudah dalam proses *perceraian* & *bagi harta*.

Lihat pemuda itu, lulusan *Harvard* dgn nilai *Cum Laude*, pasti mudah dapat _kerja_, _gaji besar_, hidupnya pasti *bahagia*.
Padahal dia kena *PHK* sudah 10x, jadi korban *fitnah* di lingkungan kerjanya. Sudah 2 bulan belum dapat *job baru*.

Kita selalu *tertipu* oleh *keindahan* _diluar_ & tdk tahu *realita* yg _didalam_.

Sesungguhnya semua *keluarga* punya *masalah*. Semua *orang* punya *cerita*, Begitulah _hakekat_ hidup.

Janganlah *menggosip* tentang *masalah* orang, sebenarnya siapapun tidak mau _mengalami_ *masalah* tapi manusia tak luput dari *masalah*.

Jangan _mengeluh_ karena *masalah*.
Hayatilah *MAKNA* dibalik semua *masalah* maka semua *masalah* akan membuat hidup menjadi *BERMAKNA.*

Jangan *bandingkan* hidup kita dgn orang lain, krn orang lain belum tentu lebih *bahagia* dari kita.

*SEMOGA MANFAAT, SENANTIASA BAHAGIA & TETAP SEHAT, SERTA SUKSES SELALU*

Sosialisasi Kurikulum & Peraturan Akademik ke orangtua siswa

Guna menlancarkan Proses Belajar Mengajar dan demi maksimalnya penguasaaan materi ajar oleh siswa SMKN7 buru perlu ada kerjasama pihak sekolah dengan orang tua/ wali siswa, apalagi sebagian besar waktu dalam keseharian lebih banyak di rumah atau di luar sekolah

Pemaparan tentang Kurikulum yang ada di SMKN7 buru kepada orang tua wali di sampaikan dalam forum rapat orang tua siswa baru yang di selenggarakan pada hari Sabtu tanggal 7 Julu 2018

Disamping Pemaparan tentang Kurikulum SMKN7 kepada para orang tua siswa baru , juga dalam kesempatan yang sama di sampaikan Pemaparan tentang Peraturan Akademik SMKN7 Buru yang berupa Aplikasi Android yang dapat di unduh di googleplay dengan link sebagai berikut : https://play.google.com/store/apps/details?id=esemka.PA

Manajemen Waktu dengan Google Kalender

Google Kalender memungkinkan pengguna untuk membuat dan mengedit acara. Pengingat dapat diaktifkan untuk acara, dengan opsi yang tersedia untuk jenis dan waktu. Lokasi acara juga dapat ditambahkan, dan pengguna lain dapat diundang ke acara. Pengguna dapat mengaktifkan atau menonaktifkan visibilitas kalender khusus, termasuk Ulang tahun, di mana aplikasi mengambil tanggal kelahiran dari kontak Google dan menampilkan kartu ulang tahun secara tahunan, dan hari libur, kalender khusus negara yang menampilkan tanggal acara khusus. Seiring waktu, Google telah menambahkan fungsi yang memanfaatkan pembelajaran mesin , termasuk “Acara dari Gmail”, tempat informasi acara dari Gmail penggunapesan ditambahkan secara otomatis ke Google Kalender; “Pengingat”, di mana pengguna menambahkan aktivitas yang harus dilakukan yang dapat diperbarui secara otomatis dengan informasi baru; “Saran Cerdas”, di mana aplikasi merekomendasikan judul, kontak, dan lokasi saat membuat acara; dan “Sasaran”, di mana pengguna memasukkan informasi pada sasaran pribadi yang ditentukan, dan aplikasi secara otomatis menjadwalkan aktivitas pada waktu yang optimal. ( wikipedia )

Penutupan MPLS 2018-2019

Pelaksanaan kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah di SMK Negeri 7 Buru telah berakhir pada hari Sabtu tanggal 30 juni 2018 yang lalu. Kegiatan MPLS di ikuti oleh semua peserta didik baru SMK Negeri 7 Buru. Penutupan kegiatan MPLS tahun ini di tandai dengan diadakannya upacara penutupan secara resmi

Berbagai kegiatan telah dilakukan selama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah, diantaranya adalah penyuluhan tentang bela Negara dengan tujuan untuk membentuk sikap disiplin bagi siswa ..

Kegiatan MPLS yang di adakan selama tiga hari ini bertujuan untuk memperkenalkan siswa-siswi baru kepada lingkungan sekolah yang baru  dan membentuk sikap disiplin bagi peserta didik baru. Kegiatan MPLS tahun ini di laksanakan dengan bantuan OSIS SMK Negeri 7 Buru dan guru- guru SMK Negeri 7 Buru

4 Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara

Materi Hari Kedua MPLS : 4 Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara

 
Dalam berbagai wacana selalu terungkap bahwa telah menjadi kesepakatan bangsa adanya empat pilar penyangga kehidupan berbangsa dan bernegara bagi negara-bangsa Indonesia.

Empat pilar tersebut adalah :

(1). Pancasila,

(2). Undang-Undang Dasar 1945,

(3). Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan

(4). Bhinneka Tunggal Ika.

Pilar adalah tiang penyangga suatu bangunan. Pilar memiliki peran yang sangat sentral dan menentukan, karena bila pilar ini tidak kokoh atau rapuh akan berakibat robohnya bangunan yang disangganya.
Dalam bahasa Jawa tiang penyangga bangunan atau rumah ini disebut ”soko”, bahkan bagi rumah jenis joglo, yakni rumah yang atapnya menjulang tinggi terdapat empat soko di tengah bangunan yang disebut soko guru.

Soko guru ini sangat menentukan kokoh dan kuatnya bangunan, terdiri atas batang kayu yang besar dan dari jenis kayu yang dapat dipertanggung jawabkan. Dengan demikian orang yang bertempat di rumah tersebut akan merasa nyaman, aman dan selamat dari berbagai bencana dan gangguan.

 

Demikian pula halnya dengan bangunan negara-bangsa, membutuhkan pilar atau soko guru yang merupakan tiang penyangga yang kokoh agar rakyat yang mendiami akan merasa nyaman, aman, tenteram dan sejahtera, terhindar dari segala macam gangguan dan bencana.

Pilar bagi suatu negara-bangsa berupa sistem keyakinan atau belief system, atau philosophische grondslag, yang berisi konsep, prinsip dan nilai yang dianut oleh rakyat negara-bangsa yang bersangkutan yang diyakini memiliki kekuatan untuk dipergunakan sebagai landasan dalam hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

 

Seperti halnya soko guru atau pilar bagi suatu rumah harus memenuhi syarat agar dapat menjaga kokohnya bangunan sehingga mampu bertahan serta menangkal segala macam ancaman dan gangguan, demikian pula halnya dengan belief system yang dijadikan pilar bagi suatu negara-bangsa.

Pilar yang berupa belief system suatu negara-bangsa harus menjamin kokoh berdirinya negara-bangsa, menjamin terwujudnya ketertiban, keamanan, dan kenyamanan, serta mampu mengantar terwujudnya kesejahteraan dan keadilan yang menjadi dambaan warga bangsa.

 

  1. PILAR PANCASILA

 

Pilar pertama bagi tegak kokoh berdirinya negara-bangsa Indonesia adalah Pancasila. Pancasila dinilai memenuhi syarat sebagai pilar bagi negara-bangsa Indonesia yang pluralistik dan cukup luas dan besar ini. Pancasila mampu mengakomodasi keanekaragaman yang terdapat dalam kehidupan negara-bangsa Indonesia. Sila pertama Pancasila, Ketuhanan Yang Maha Esa, mengandung konsep dasar yang terdapat pada segala agama dan keyakinan yang dipeluk atau dianut oleh rakyat Indonesia, merupakan common denominator dari berbagai agama, sehingga dapat diterima semua agama dan keyakinan.

 

Demikian juga dengan sila kedua, kemanusiaan yang adil dan beradab, merupakan penghormatan terhadap hak asasi manusia. Manusia didudukkan sesuai dengan harkat dan martabatnya, tidak hanya setara, tetapi juga secara adil dan beradab. Pancasila menjunjung tinggi kedaulatan rakyat, namun dalam implementasinya dilaksanakan dengan bersendi pada hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan.

Sedang kehidupan berbangsa dan bernegara ini adalah untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, bukan untuk kesejahteraan perorangan atau golongan. Nampak bahwa Pancasila sangat tepat sebagai pilar bagi negara-bangsa yang pluralistik.

 

Pancasila sebagai salah satu pilar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara memiliki konsep, prinsip dan nilai yang merupakan kristalisasi dari belief system yang terdapat di seantero wilayah Indonesia, sehingga memberikan jaminan kokoh kuatnya Pancasila sebagai pilar kehidupan berbangsa dan bernegara.

 

  1. PILAR UNDANG-UNDANG DASAR 1945

 

Pilar kedua kehidupan berbangsa dan bernegara bagi bangsa Indonesia adalah Undang-Undang Dasar 1945. Dalam rangka memahami dan mendalami UUD 1945, diperlukan memahami lebih dahulu makna undang-undang dasar bagi kehidupan berbangsa dan bernegara dan prinsip-prinsip yang terkandung dalam Pembukaan UUD 1945. Tanpa memahami prinsip yang terkandung dalam Pembukaan tersebut tidak mungkin mengadakan evaluasi terhadap pasal-pasal yang terdapat dalam batang tubuhnya dan barbagai undang-undang yang menjadi derivatnya.

 

Undang-Undang Dasar suatu negara ialah hanya sebagian dari hukum dasar negara itu. Undang-Undang Dasar ialah hukum dasar yang tertulis, sedang disampingnya Undang-Undang Dasar itu berlaku juga hukum dasar yang tidak tertulis, ialah atura-aturan dasar yang timbul dan terpelihara dalam praktek penyelenggaraan negara meskipun tidak tertulis.

Konstitusi berasal dari istilah Latin constituere, yang artinya menetapkan atau menentukan. Dalam suatu konstitusi terdapat ketentuan-ketentuan yang mengatur hak dasar dan kewajiban warganegara suatu negara, perlin-dungan warganegara dari tindak sewenang-wenang sesama warganegara maupun dari penguasa. Konstitusi juga menentukan tatahubungan dan tatakerja lembaga yang terdapat dalam negara, sehingga terjalin suatu sistem kerja yang efisien, efektif dan produktif, sesuai dengan tujuan dan wawasan yang dianutnya.

 

  1. PILAR NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA (NKRI)

 

Bentuk Negara Kesatuan adalah ketentuan yang diambil oleh para founding fathers pada tahun 1945 berdasarkan berbagai pertimbangan dan hasil pembahasan yang cukup mendalam. Namun dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia pernah juga menerapkan bentuk negara federal sebagai akibat atau konsekuensi hasil konferensi meja bundar di Negeri Belanda pada tahun 1949. Namun penerapan pemerintah federal ini hanya berlangsung sekitar 7 bulan untuk kemudian kembali menjadi bentuk Negara kesatuan.

 

Sejak itu Negara Replublik Indonesia berbentuk kesatuan sampai dewasa ini, meskipun wacana mengenai negara federal masih sering timbul pada permukaan, utamanya setelah Negara-bangsa Indonesia memasuki era reformasi. Namun nampaknya telah disepakati oleh segala pihak bahwa bentuk negara kesatuan merupakan pilihan final bangsa.

 

  1. PILAR BHINNEKA TUNGGAL IKA

 

Sesanti atau semboyan Bhinneka Tunggal Ika diungkapkan pertama kali oleh mPu Tantular, pujangga agung kerajaan Majapahit yang hidup pada masa pemerintahan Raja Hayamwuruk, di abad ke empat belas (1350-1389). Sesanti tersebut terdapat dalam karyanya; kakawin Sutasoma yang berbunyi “Bhinna ika tunggal ika, tan hana dharma mangrwa, “ yang artinya “Berbeda-beda itu, satu itu, tak ada pengabdian yang mendua.”

Semboyan yang kemudian dijadikan prinsip dalam kehidupan dalam pemerintahan kerajaan Majapahit itu untuk mengantisipasi adanya keaneka-ragaman agama yang dipeluk oleh rakyat Majapahit pada waktu itu. Meskipun mereka berbeda agama tetapi mereka tetap satu dalam pengabdian.

 

Pada tahun 1951, sekitar 600 tahun setelah pertama kali semboyan Bhinneka Tunggal Ika yang diungkap oleh mPu Tantular, ditetapkan oleh pemerintah Indonesia sebagai semboyan resmi Negara Republik Indonesia dengan Peraturan Pemerintah No.66 tahun 1951.

Peraturan Pemerintah tersebut menentukan bahwa sejak 17 Agustus 1950, Bhinneka Tunggal Ika ditetapkan sebagai seboyan yang terdapat dalam Lambang Negara Republik Indonesia, “Garuda Pancasila.” Kata “bhinna ika,” kemudian dirangkai menjadi satu kata “bhinneka”. Pada perubahan UUD 1945 yang kedua, Bhinneka Tunggal Ika dikukuhkan sebagai semboyan resmi yang terdapat dalam Lambang Negara, dan tercantum dalam pasal 36a UUD 1945.

 

Semboyan Bhinneka Tunggal Ika yang mengacu pada bahasa Sanskrit, hampir sama dengan semboyan e Pluribus Unum, semboyan Bangsa Amerika Serikat yang maknanya diversity in unity, perbedaan dalam kesatuan. Semboyan tersebut terungkap di abad ke XVIII, sekitar empat abad setelah mpu Tantular mengemukakan semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Sangat mungkin tidak ada hubungannya, namun yang jelas konsep keanekaragaman dalam kesatuan telah diungkap oleh Mpu Tantular lebih dahulu.

 

Bhinneka Tunggal Ika berisi konsep pluralistik dan multikulturalistik dalam kehidupan yang terikat dalam suatu kesatuan. Pluralistik bukan pluralisme, suatu faham yang membiarkan keanekaragaman seperti apa adanya. Membiarkan setiap entitas yang menunjukkan ke-berbedaan tanpa peduli adanya common denominator pada keanekaragaman tersebut.

Dengan faham pluralisme tidak perlu adanya konsep yang mensubstitusi keanekaragaman. Demikian pula halnya dengan faham multikulturalisme. Masyarakat yang menganut faham pluralisme dan multikulturalisme, ibarat onggokan material bangunan yang dibiarkan teronggok sendiri-sendiri, sehingga tidak akan membentuk suatu bangunan yang namanya rumah.

 

Prinsip pluralistik dan multikulturalistik adalah asas yang mengakui adanya kemajemukan bangsa dilihat dari segi agama, keyakinan, suku bangsa, adat budaya, keadaan daerah, dan ras. Kemajemukan tersebut dihormati dan dihargai serta didudukkan dalam suatu prinsip yang dapat mengikat keanekaragaman tersebut dalam kesatuan yang kokoh.

Kemajemukan bukan dikembangkan dan didorong menjadi faktor pemecah bangsa, tetapi merupakan kekuatan yang dimiliki oleh masing-masing komponen bangsa, untuk selanjutnya diikat secara sinerjik menjadi kekuatan yang luar biasa untuk dimanfaatkan dalam menghadapi segala tantangan dan persoalan bangsa.

 

Untuk dapat mengimplementasikan Bhinneka Tunggal Ika dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dipandang perlu untuk memahami secara mendalam prinsip-prinsip yang terkandung dalam Bhinneka Tunggal Ika. Prinsip-prinsip tersebut adalah sebagai berikut :

 

Dalam menerapkan Bhinneka Tunggal Ika dalam kehidupan berbangsa dan bernegara perlu dilandasi oleh rasa kasih sayang. Saling curiga mencurigai harus dibuang jauh-jauh. Saling percaya mempercayai harus dikembangkan, iri hati, dengki harus dibuang dari kamus Bhinneka Tunggal Ika. Hal ini akan berlangsung apabila pelaksanaan Bhnneka Tunggal Ika menerap-kan adagium “leladi sesamining dumadi, sepi ing pamrih, rame ing gawe, jer basuki mowo beyo”.

Eksistensi kita di dunia adalah untuk memberikan pelayanan kepada pihak lain, dilandasi oleh tanpa pamrih pribadi dan golongan, disertai dengan pengorbanan. Tanpa pengorbanan, sekurang-kurangnya mengurangi kepentingan dan pamrih pribadi, kesatuan tidak mungkin terwujud.

 

Bila setiap warganegara memahami makna Bhinneka Tunggal Ika, meyakini akan ketepatannya bagi landasan kehidupan berbangsa dan bernegara, serta mau dan mampu mengimplementasikan secara tepat dan benar insya Allah, Negara Indonesia akan tetap kokoh dan bersatu selamanya.

Pelaksanaan MPLS angkatan 2018-2019

LATAR BELAKANG

Adanya perbedaan pola dan kebiasaan yang dialami peserta didik pada saat di SMP/MTs dengan suasana yang baru khususnya di SMK Negeri 7 BURU ini, tentunya menyebabkan peserta didik harus mampu menyesuaikan diri dengan situasi dan kondisi yang baru dialaminya. Proses penyesuaian diri tersebut mungkin akan lebih terasa sulit dijalani oleh peserta didik pada minggu pertama memasuki jenjang pendidikan yang baru. Keadaan yang demikian, apabila dibiarkan secara terus menerus akan berdampak negatif terhadap perkembangan peserta didik itu sendiri, bahkan dapat berpengaruh terhadap kelancaran dalam belajar.

Sebagai upaya mengantisipasi hal tersebut, perlu adanya suatu kegiatan yang bisa mengantarkan peserta didik baru ke arah  pengenalan sekolah  dalam berbagai aspek  secara singkat sebagai bekal awal untuk menghadapi perjalanan selanjutnya di SMK Negeri 7 BURU. Program yang dapat dilaksanakan untuk menjawab persoalan tersebut adalah MasaPengenalanLingkunganSekolah (MPLS) Bagi Peserta Didik Baru.

DASAR HUKUM

  1. Peraturan Pemerintah No. 1 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan ;
  2. Peraturan mentari Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan Pendidikan ;
  3. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 38 Tahun 2008 tentang Pembinaan Kesiswaan ;
  4. Permendikbud-no-14-tahun-2018-tentang-ppdb
  5. NAMA KEGIATAN

Kegiatan rutin di awal tahun pelajaran ini bernama :

MASA PENGENALAN LINGKUNGAN SEKOLAH (MPLS) BAGI PESERTA DIDIK BARU TAHUN PELAJARAN 2017-2018

  1. TEMA KEGIATAN

Meningkatkan Sikap Religius, Nasionalisme Dan Kemandirian Dalam Menghadapi Era Global

TUJUAN

  1. Tujuan Umum
  • MPLS bertujuan memberikan kesan positif dan menyenangkan kepada peserta didik baru tentang lingkungan sekolahnya.
  1. Tujuan Khusus
  • Membantu peserta didik baru mengenal lebih dekat dengan lingkungan sekolah.
  • Mendorong peserta didik baru bersikap pro aktif dalam mengenali guru , karyawan dan kakak kelasnya
  • Membantu peserta didik baru agar mampu beradaptasi dan menyatu dengan warga sekolah dan lingkungan sekolah
  • Membantu peserta didik baru agar mengetahui hak dan kewajibannya sebagai warga sekolah
  • Membantu peserta didik baru agar bertanggung jawab terhadap lingkungan sekolah
  • Memahami lingkungan sekolah dalam rangka pelaksanaan Wawasan Wiyata Mandala, sehingga fungsi warga sekolah dapat mendukung terwujudnya tujuan pendidikan secara komprehenshif
  • Memotivasi peserta didik baru agar bangga terhadap sekolahnya

HASIL YANG DIHARAPKAN

  • Terbentuknya peserta didik baru yang mampu beradaptasi dengan lingkungan SMK Negeri 7 BURU secara baik dalam berbagai aspek.
  • Terciptanya suasana educatif yang kondusif
  • Tertanamnya mental kesiapan peserta didik baru dalam menghadapi kegiatan pembelajaran dan persaingan secara sehat di SMK Negeri 7 BURU
  • Terciptanya suasana persaudaraan yang mengembangkan nilai-nilai persatuan dan kesatuan
  • Terbentuknya mental kompetitif dan semangat tinggi dalam mencapai prestasi akademik maupun non akademik

PELAKSANAAN KEGIATAN

  • Pelaksana Kegiatan : Kegiatan ini dilaksanakan oleh  Panitia Pelaksana MPLS SMK Negeri 7 BURU .
  • Tempat Kegiatan : Kegiatan ini dilaksanakan di SMK Negeri 7 BURU Jalan Smk7  1 Namlea 97571
  • Waktu Kegiatan : Kegiatan ini dilaksanakan pada hari, tanggal  : Kamis, Jum’at dan Sabtu, 28, 29 dan 30 Jun i 2018 mulai pukul 07.30 s/d 12.00

PESERTA

  • Diikuti Oleh 216 Peserta terdiri dari
    • Program Keahlian Asisten Keperawatan 70 siswa
    • Program Keahlian Multimedia 35 Siswa
    • Program Keahlian Teknik Konstruksi  & Properti 36 Siswa
    • Program Keahlian Teknik Komputer dan Jaringan 36 Siswa
    • Program Keahlian Teknik Kendaraan Ringan  36 Siswa

PRESIDEN DORONG PENDIDIKAN KEJURUAN – www.ditpsmk.net

Situs Resmi Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan

Sumber: PRESIDEN DORONG PENDIDIKAN KEJURUAN – www.ditpsmk.net

WhatsApp chat