Grup Batik 2016/2017

Lomba PBB HUT Kabupaten

PBB BATIK

PBB HUT Kabupaten Buru ke 17

GRUP KESEHATAN

PBB HUT Kabupaten Buru Ke 17

GRUP MULTIMEDIA

PBB HUT Kabupaten Buru ke 17

 

4 Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara

Materi Hari Kedua MPLS : 4 Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara

 
Dalam berbagai wacana selalu terungkap bahwa telah menjadi kesepakatan bangsa adanya empat pilar penyangga kehidupan berbangsa dan bernegara bagi negara-bangsa Indonesia.

Empat pilar tersebut adalah :

(1). Pancasila,

(2). Undang-Undang Dasar 1945,

(3). Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan

(4). Bhinneka Tunggal Ika.

Pilar adalah tiang penyangga suatu bangunan. Pilar memiliki peran yang sangat sentral dan menentukan, karena bila pilar ini tidak kokoh atau rapuh akan berakibat robohnya bangunan yang disangganya.
Dalam bahasa Jawa tiang penyangga bangunan atau rumah ini disebut ”soko”, bahkan bagi rumah jenis joglo, yakni rumah yang atapnya menjulang tinggi terdapat empat soko di tengah bangunan yang disebut soko guru.

Soko guru ini sangat menentukan kokoh dan kuatnya bangunan, terdiri atas batang kayu yang besar dan dari jenis kayu yang dapat dipertanggung jawabkan. Dengan demikian orang yang bertempat di rumah tersebut akan merasa nyaman, aman dan selamat dari berbagai bencana dan gangguan.

 

Demikian pula halnya dengan bangunan negara-bangsa, membutuhkan pilar atau soko guru yang merupakan tiang penyangga yang kokoh agar rakyat yang mendiami akan merasa nyaman, aman, tenteram dan sejahtera, terhindar dari segala macam gangguan dan bencana.

Pilar bagi suatu negara-bangsa berupa sistem keyakinan atau belief system, atau philosophische grondslag, yang berisi konsep, prinsip dan nilai yang dianut oleh rakyat negara-bangsa yang bersangkutan yang diyakini memiliki kekuatan untuk dipergunakan sebagai landasan dalam hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

 

Seperti halnya soko guru atau pilar bagi suatu rumah harus memenuhi syarat agar dapat menjaga kokohnya bangunan sehingga mampu bertahan serta menangkal segala macam ancaman dan gangguan, demikian pula halnya dengan belief system yang dijadikan pilar bagi suatu negara-bangsa.

Pilar yang berupa belief system suatu negara-bangsa harus menjamin kokoh berdirinya negara-bangsa, menjamin terwujudnya ketertiban, keamanan, dan kenyamanan, serta mampu mengantar terwujudnya kesejahteraan dan keadilan yang menjadi dambaan warga bangsa.

 

  1. PILAR PANCASILA

 

Pilar pertama bagi tegak kokoh berdirinya negara-bangsa Indonesia adalah Pancasila. Pancasila dinilai memenuhi syarat sebagai pilar bagi negara-bangsa Indonesia yang pluralistik dan cukup luas dan besar ini. Pancasila mampu mengakomodasi keanekaragaman yang terdapat dalam kehidupan negara-bangsa Indonesia. Sila pertama Pancasila, Ketuhanan Yang Maha Esa, mengandung konsep dasar yang terdapat pada segala agama dan keyakinan yang dipeluk atau dianut oleh rakyat Indonesia, merupakan common denominator dari berbagai agama, sehingga dapat diterima semua agama dan keyakinan.

 

Demikian juga dengan sila kedua, kemanusiaan yang adil dan beradab, merupakan penghormatan terhadap hak asasi manusia. Manusia didudukkan sesuai dengan harkat dan martabatnya, tidak hanya setara, tetapi juga secara adil dan beradab. Pancasila menjunjung tinggi kedaulatan rakyat, namun dalam implementasinya dilaksanakan dengan bersendi pada hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan.

Sedang kehidupan berbangsa dan bernegara ini adalah untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, bukan untuk kesejahteraan perorangan atau golongan. Nampak bahwa Pancasila sangat tepat sebagai pilar bagi negara-bangsa yang pluralistik.

 

Pancasila sebagai salah satu pilar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara memiliki konsep, prinsip dan nilai yang merupakan kristalisasi dari belief system yang terdapat di seantero wilayah Indonesia, sehingga memberikan jaminan kokoh kuatnya Pancasila sebagai pilar kehidupan berbangsa dan bernegara.

 

  1. PILAR UNDANG-UNDANG DASAR 1945

 

Pilar kedua kehidupan berbangsa dan bernegara bagi bangsa Indonesia adalah Undang-Undang Dasar 1945. Dalam rangka memahami dan mendalami UUD 1945, diperlukan memahami lebih dahulu makna undang-undang dasar bagi kehidupan berbangsa dan bernegara dan prinsip-prinsip yang terkandung dalam Pembukaan UUD 1945. Tanpa memahami prinsip yang terkandung dalam Pembukaan tersebut tidak mungkin mengadakan evaluasi terhadap pasal-pasal yang terdapat dalam batang tubuhnya dan barbagai undang-undang yang menjadi derivatnya.

 

Undang-Undang Dasar suatu negara ialah hanya sebagian dari hukum dasar negara itu. Undang-Undang Dasar ialah hukum dasar yang tertulis, sedang disampingnya Undang-Undang Dasar itu berlaku juga hukum dasar yang tidak tertulis, ialah atura-aturan dasar yang timbul dan terpelihara dalam praktek penyelenggaraan negara meskipun tidak tertulis.

Konstitusi berasal dari istilah Latin constituere, yang artinya menetapkan atau menentukan. Dalam suatu konstitusi terdapat ketentuan-ketentuan yang mengatur hak dasar dan kewajiban warganegara suatu negara, perlin-dungan warganegara dari tindak sewenang-wenang sesama warganegara maupun dari penguasa. Konstitusi juga menentukan tatahubungan dan tatakerja lembaga yang terdapat dalam negara, sehingga terjalin suatu sistem kerja yang efisien, efektif dan produktif, sesuai dengan tujuan dan wawasan yang dianutnya.

 

  1. PILAR NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA (NKRI)

 

Bentuk Negara Kesatuan adalah ketentuan yang diambil oleh para founding fathers pada tahun 1945 berdasarkan berbagai pertimbangan dan hasil pembahasan yang cukup mendalam. Namun dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia pernah juga menerapkan bentuk negara federal sebagai akibat atau konsekuensi hasil konferensi meja bundar di Negeri Belanda pada tahun 1949. Namun penerapan pemerintah federal ini hanya berlangsung sekitar 7 bulan untuk kemudian kembali menjadi bentuk Negara kesatuan.

 

Sejak itu Negara Replublik Indonesia berbentuk kesatuan sampai dewasa ini, meskipun wacana mengenai negara federal masih sering timbul pada permukaan, utamanya setelah Negara-bangsa Indonesia memasuki era reformasi. Namun nampaknya telah disepakati oleh segala pihak bahwa bentuk negara kesatuan merupakan pilihan final bangsa.

 

  1. PILAR BHINNEKA TUNGGAL IKA

 

Sesanti atau semboyan Bhinneka Tunggal Ika diungkapkan pertama kali oleh mPu Tantular, pujangga agung kerajaan Majapahit yang hidup pada masa pemerintahan Raja Hayamwuruk, di abad ke empat belas (1350-1389). Sesanti tersebut terdapat dalam karyanya; kakawin Sutasoma yang berbunyi “Bhinna ika tunggal ika, tan hana dharma mangrwa, “ yang artinya “Berbeda-beda itu, satu itu, tak ada pengabdian yang mendua.”

Semboyan yang kemudian dijadikan prinsip dalam kehidupan dalam pemerintahan kerajaan Majapahit itu untuk mengantisipasi adanya keaneka-ragaman agama yang dipeluk oleh rakyat Majapahit pada waktu itu. Meskipun mereka berbeda agama tetapi mereka tetap satu dalam pengabdian.

 

Pada tahun 1951, sekitar 600 tahun setelah pertama kali semboyan Bhinneka Tunggal Ika yang diungkap oleh mPu Tantular, ditetapkan oleh pemerintah Indonesia sebagai semboyan resmi Negara Republik Indonesia dengan Peraturan Pemerintah No.66 tahun 1951.

Peraturan Pemerintah tersebut menentukan bahwa sejak 17 Agustus 1950, Bhinneka Tunggal Ika ditetapkan sebagai seboyan yang terdapat dalam Lambang Negara Republik Indonesia, “Garuda Pancasila.” Kata “bhinna ika,” kemudian dirangkai menjadi satu kata “bhinneka”. Pada perubahan UUD 1945 yang kedua, Bhinneka Tunggal Ika dikukuhkan sebagai semboyan resmi yang terdapat dalam Lambang Negara, dan tercantum dalam pasal 36a UUD 1945.

 

Semboyan Bhinneka Tunggal Ika yang mengacu pada bahasa Sanskrit, hampir sama dengan semboyan e Pluribus Unum, semboyan Bangsa Amerika Serikat yang maknanya diversity in unity, perbedaan dalam kesatuan. Semboyan tersebut terungkap di abad ke XVIII, sekitar empat abad setelah mpu Tantular mengemukakan semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Sangat mungkin tidak ada hubungannya, namun yang jelas konsep keanekaragaman dalam kesatuan telah diungkap oleh Mpu Tantular lebih dahulu.

 

Bhinneka Tunggal Ika berisi konsep pluralistik dan multikulturalistik dalam kehidupan yang terikat dalam suatu kesatuan. Pluralistik bukan pluralisme, suatu faham yang membiarkan keanekaragaman seperti apa adanya. Membiarkan setiap entitas yang menunjukkan ke-berbedaan tanpa peduli adanya common denominator pada keanekaragaman tersebut.

Dengan faham pluralisme tidak perlu adanya konsep yang mensubstitusi keanekaragaman. Demikian pula halnya dengan faham multikulturalisme. Masyarakat yang menganut faham pluralisme dan multikulturalisme, ibarat onggokan material bangunan yang dibiarkan teronggok sendiri-sendiri, sehingga tidak akan membentuk suatu bangunan yang namanya rumah.

 

Prinsip pluralistik dan multikulturalistik adalah asas yang mengakui adanya kemajemukan bangsa dilihat dari segi agama, keyakinan, suku bangsa, adat budaya, keadaan daerah, dan ras. Kemajemukan tersebut dihormati dan dihargai serta didudukkan dalam suatu prinsip yang dapat mengikat keanekaragaman tersebut dalam kesatuan yang kokoh.

Kemajemukan bukan dikembangkan dan didorong menjadi faktor pemecah bangsa, tetapi merupakan kekuatan yang dimiliki oleh masing-masing komponen bangsa, untuk selanjutnya diikat secara sinerjik menjadi kekuatan yang luar biasa untuk dimanfaatkan dalam menghadapi segala tantangan dan persoalan bangsa.

 

Untuk dapat mengimplementasikan Bhinneka Tunggal Ika dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dipandang perlu untuk memahami secara mendalam prinsip-prinsip yang terkandung dalam Bhinneka Tunggal Ika. Prinsip-prinsip tersebut adalah sebagai berikut :

 

Dalam menerapkan Bhinneka Tunggal Ika dalam kehidupan berbangsa dan bernegara perlu dilandasi oleh rasa kasih sayang. Saling curiga mencurigai harus dibuang jauh-jauh. Saling percaya mempercayai harus dikembangkan, iri hati, dengki harus dibuang dari kamus Bhinneka Tunggal Ika. Hal ini akan berlangsung apabila pelaksanaan Bhnneka Tunggal Ika menerap-kan adagium “leladi sesamining dumadi, sepi ing pamrih, rame ing gawe, jer basuki mowo beyo”.

Eksistensi kita di dunia adalah untuk memberikan pelayanan kepada pihak lain, dilandasi oleh tanpa pamrih pribadi dan golongan, disertai dengan pengorbanan. Tanpa pengorbanan, sekurang-kurangnya mengurangi kepentingan dan pamrih pribadi, kesatuan tidak mungkin terwujud.

 

Bila setiap warganegara memahami makna Bhinneka Tunggal Ika, meyakini akan ketepatannya bagi landasan kehidupan berbangsa dan bernegara, serta mau dan mampu mengimplementasikan secara tepat dan benar insya Allah, Negara Indonesia akan tetap kokoh dan bersatu selamanya.

Pelaksanaan MPLS angkatan 2018-2019

LATAR BELAKANG

Adanya perbedaan pola dan kebiasaan yang dialami peserta didik pada saat di SMP/MTs dengan suasana yang baru khususnya di SMK Negeri 7 BURU ini, tentunya menyebabkan peserta didik harus mampu menyesuaikan diri dengan situasi dan kondisi yang baru dialaminya. Proses penyesuaian diri tersebut mungkin akan lebih terasa sulit dijalani oleh peserta didik pada minggu pertama memasuki jenjang pendidikan yang baru. Keadaan yang demikian, apabila dibiarkan secara terus menerus akan berdampak negatif terhadap perkembangan peserta didik itu sendiri, bahkan dapat berpengaruh terhadap kelancaran dalam belajar.

Sebagai upaya mengantisipasi hal tersebut, perlu adanya suatu kegiatan yang bisa mengantarkan peserta didik baru ke arah  pengenalan sekolah  dalam berbagai aspek  secara singkat sebagai bekal awal untuk menghadapi perjalanan selanjutnya di SMK Negeri 7 BURU. Program yang dapat dilaksanakan untuk menjawab persoalan tersebut adalah MasaPengenalanLingkunganSekolah (MPLS) Bagi Peserta Didik Baru.

DASAR HUKUM

  1. Peraturan Pemerintah No. 1 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan ;
  2. Peraturan mentari Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan Pendidikan ;
  3. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 38 Tahun 2008 tentang Pembinaan Kesiswaan ;
  4. Permendikbud-no-14-tahun-2018-tentang-ppdb
  5. NAMA KEGIATAN

Kegiatan rutin di awal tahun pelajaran ini bernama :

MASA PENGENALAN LINGKUNGAN SEKOLAH (MPLS) BAGI PESERTA DIDIK BARU TAHUN PELAJARAN 2017-2018

  1. TEMA KEGIATAN

Meningkatkan Sikap Religius, Nasionalisme Dan Kemandirian Dalam Menghadapi Era Global

TUJUAN

  1. Tujuan Umum
  • MPLS bertujuan memberikan kesan positif dan menyenangkan kepada peserta didik baru tentang lingkungan sekolahnya.
  1. Tujuan Khusus
  • Membantu peserta didik baru mengenal lebih dekat dengan lingkungan sekolah.
  • Mendorong peserta didik baru bersikap pro aktif dalam mengenali guru , karyawan dan kakak kelasnya
  • Membantu peserta didik baru agar mampu beradaptasi dan menyatu dengan warga sekolah dan lingkungan sekolah
  • Membantu peserta didik baru agar mengetahui hak dan kewajibannya sebagai warga sekolah
  • Membantu peserta didik baru agar bertanggung jawab terhadap lingkungan sekolah
  • Memahami lingkungan sekolah dalam rangka pelaksanaan Wawasan Wiyata Mandala, sehingga fungsi warga sekolah dapat mendukung terwujudnya tujuan pendidikan secara komprehenshif
  • Memotivasi peserta didik baru agar bangga terhadap sekolahnya

HASIL YANG DIHARAPKAN

  • Terbentuknya peserta didik baru yang mampu beradaptasi dengan lingkungan SMK Negeri 7 BURU secara baik dalam berbagai aspek.
  • Terciptanya suasana educatif yang kondusif
  • Tertanamnya mental kesiapan peserta didik baru dalam menghadapi kegiatan pembelajaran dan persaingan secara sehat di SMK Negeri 7 BURU
  • Terciptanya suasana persaudaraan yang mengembangkan nilai-nilai persatuan dan kesatuan
  • Terbentuknya mental kompetitif dan semangat tinggi dalam mencapai prestasi akademik maupun non akademik

PELAKSANAAN KEGIATAN

  • Pelaksana Kegiatan : Kegiatan ini dilaksanakan oleh  Panitia Pelaksana MPLS SMK Negeri 7 BURU .
  • Tempat Kegiatan : Kegiatan ini dilaksanakan di SMK Negeri 7 BURU Jalan Smk7  1 Namlea 97571
  • Waktu Kegiatan : Kegiatan ini dilaksanakan pada hari, tanggal  : Kamis, Jum’at dan Sabtu, 28, 29 dan 30 Jun i 2018 mulai pukul 07.30 s/d 12.00

PESERTA

  • Diikuti Oleh 216 Peserta terdiri dari
    • Program Keahlian Asisten Keperawatan 70 siswa
    • Program Keahlian Multimedia 35 Siswa
    • Program Keahlian Teknik Konstruksi  & Properti 36 Siswa
    • Program Keahlian Teknik Komputer dan Jaringan 36 Siswa
    • Program Keahlian Teknik Kendaraan Ringan  36 Siswa

Penerimaan Peserta Didik Baru ( PPDB) Tahun Ajaran 2018/2019

Penerimaan Peserta Didik Baru SMKN7 Buru dijadwal sesuai dengan Petunjuk Teknis PPDB SMK tahin 2018/2019 Propinsi Maluku  dengan Sistem Online maupun offline, adapun jadwal pelaksanaan  Pendaftaran  sebagai berikut

Pendaftaran dimulai dengan pengisian form FPD baik secara Online maupun Offline, mulai tahun ajaran 2018/2019 SMKN7 Buru tidak menerima Berkas berupa Kertas guna menunjang program Paper Less di dalam Proses Administrasi dan Pembelajaran, File-file Berupa Akta Kelahiran, Kartu Keluarga, Serat keterangan, ijazah, SKHUN dan Foto semua berupa file digital.

Untuk membantu Proses digitalisasi syarat-syarat, Siswa-siswa Program Keahlian multimedia siap membantu untuk men scan file-file tersebut

Untuk mempermudah dan mendapatkan data valid tentang tinggi badan dan berat badan, Siswa-siswa Keperawatan membantu Proses timbang dan ukur badan, sekaligus sebagai whana praktek kejuruan

Selanjutnya Tes Kemampuan Akademis Yang akan dilaksanakan pada Tanggal 6 Mei 2018, Insyaa Alloh akan Menggunakan CBT berbasis Android yang akan di dahului dengan Simulasi Tes yang akan dilaksanakan pada tanggal 5 Mei 2018, maka diharapkan kepada orang Tua untuk memfasilitasi .

UAS BERBASIS ANDROID SEMESTER GENAP 2017/2018

SMKN 7 Buru , 9 Mei 2018 – Dengan perkembangan teknologi dan didukungknya siswa siswi SMKN 7 Buru Semua Tingkatan yang berjumlah 305 siswa hampir 90% memiliki HP Android, Sekolah Menerapkan Ujian Akhir Semester  (UAS 2018) dalam penyelenggaraan UAS Berbasis Android.

Siswa Siswi yang memiliki HP  iPhone OS atau Symbian OS dan lainnya yang mendukung Aplikasi yang sudah disiapkan dengan cara mengakses IP Address yang sudah ditentukan pada perangkat WiFi sekolah, Pihak Panitia sudah mengantisipasi jika terjadi HP yang Error atau bermasalah dan yang tidak memiliki HP.

Alhamdulillah UAS Tahun 2018  Semester Genap sampai dengan hari ini berjalan lancar dan Bagian Kurikulum merencanakan pada tanggal  29 Juni 2018 akan di terapkan Ujian Masuk SMKN7 Berbasis Android

PRESIDEN DORONG PENDIDIKAN KEJURUAN – www.ditpsmk.net

Situs Resmi Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan

Sumber: PRESIDEN DORONG PENDIDIKAN KEJURUAN – www.ditpsmk.net

Konteks

google-site-verification=gF5i4RV5mWbSieeKIYtpiIaSqup5f9QTIx9gxNYZ0ms

Konteks – Koran Sindo

25 February, 2016 , by Rumah Perubahan

Mungkin karena puluhan tahun hidup dalam pragmatisme Orde Baru, kita jadi kesulitan untuk melihat jauh kedepan. Jarak pandang kita kebanyakan menjadi tinggal satu-dua tahun ke depan.

Keluar dari Orde Baru, bukannya lebih baik, kita cenderung menjadi lebih pragmatis lagi. Rencana jangka panjang sudah tidak ada lagi, tolok ukur kinerja apa pun dihitung tahunan. Semua orang ingin quick results. Kita malas baca berita yang panjang karena begitu banyak yang bisa menyajikan kultwit yang ringkas, atau cukup baca SMS atau pesan lewat WA yang singkat.

Malas baca buku, hasil kajian, dan segala yang berat. Pragmatisme juga membuat kita kerap kesulitan untuk melihat dan memahami konteks yang luas dan berjangka panjang. Indonesia begitu kaya dan beragam, tapi kebanyakan dilihat dalam konteks Jawa. Lalu yang miskin itu dilihat ada di luar Jawa, berapa pun masih banyaknya orang miskin yang tinggal di pulau terpadat ini.

Lebih parah lagi, meski sudah bermobil, kebanyakan juga mengakunya rakyat kecil yang layak dipandang sebagai kaum miskin yang berhak ini dan itu. Bahkan tarif tol pun dilarang naik, karena katanya konsumen bermobil yang gemar bersosmed itu masih miskin. Saya punya beberapa contohnya. Seorang profesor riset bercerita begini. Suatu ketika dia tengah melakukan riset di Papua.

Kebetulan saat itu di sana sedang digelar ujian nasional (UN). Jadi dia tergelitik untuk mencermati. Saya tahu dia tidak sedang bercerita secara persis namun menyembunyikan beberapa detail. Tapi, ilustrasinya kurang lebih sama dan tetap mengena. UN itu untuk anak-anak SD. Pertanyaannya pilihan ganda. Salah satunya, ini ilustrasi versi dia, tentang apa itu definisi lokomotif.

Lalu soal berikutnya tentang definisi gerbong. Bagi sebagian anak di Jawa mungkin itu soal lumayan mudah. Tapi, bagi anak-anak Papua yangseumur-umurbelumpernah melihat kereta, kata dia, mereka lumayan bingung. Juga kalau kepada anak-anak Papua ditanya apa itu jalan tol, mereka mungkin tak bisa menjawab. Jangankan jalan tol, jalan beraspal halus saja mungkin belum pernah mereka lewati.

Jika nilai UN anak-anak Papua rendah (sehingga mereka tidak lulus), apakah kita bisa menyebut mereka bodoh? Jelas tidak. Mungkin malah pembuat soalnya yang bodoh. Dia setidak- tidaknya kurang memahami konteks. Soal ujian itu dibuat untuk anak seluruh Indonesia, tetapi pembuatnya mereduksi hanya dengan kacamata Jawa. Bahkan mungkin dengan kacamata Jakarta. Jadi, jelas si pembuat soal gagal untuk memahami konteks.

Gagal Paham

Apa jadinya kalau kita gagal memahami konteks? Kita bisa gagal melihat, gagal fokus, dan akhirnya bisa gagal total. Kalau sudah begini akibatnya bisa sangat fatal. Lagi, saya akan pakai ilustrasi. Seorang pria paruh baya bertanya kepada seorang gadis cantik yang berada di seberang meja. “Mbak, kalau saya mau pakai semalam berapa harganya?” Sang gadis menjawab, “Lima ratus ribu rupiah.”

Apa yang ada di benak Anda ketika mendengar tanya jawab semacam ini. Kalau pikiran Anda agak ngeres , konteks yang terbangun mungkin itu adalah transaksi seksual. Padahal percakapan tadi adalah antara pria paruh baya yang tengah mencari kamar hotel. Hari sudah malam. Ia sudah terlalu letih untuk melanjutkan perjalanan, sehingga memilih untuk berhenti dan beristirahat di hotel.

Beda bukan! Saya sedang suka berilustrasi. Maka, saya sajikan lagi satu ilustrasi tentang orang tua yang memahami konteks. Orang tua yang sudah paruh baya itu mempunyai seorang putri cantik. Usianya sudah layak untuk dilamar. Lalu, datanglah tiga orang pelamar. Pelamar pertama bekerja sebagai pengemudi Metromini. Pelamar kedua, petugas security (satpam).

Pelamar ketiga adalah seorang mahasiswa semester terakhir di Fakultas Ekonomi sebuah universitas negeri yang ternama. Siapa yang dia pilih? Buat yang kurang memahami konteks dan jangkauan visinya hanya setahun atau dua tahun ke depan, mungkinkalautidakpilih pengemudi Metromini ya sang satpam.

Sebab keduanya sudah memiliki penghasilan. Sedang si mahasiswa belum punya penghasilan apa-apa. Isi dompetnya cekak. Malam mingguan saja minta dibayarin ibu bapaknya. Tapi, kalau Anda orang tua yang bijak, memahami konteks dan punya jangkauan pandang yang jauh ke depan, pilih mana? Mudah bukan.

Masa Lalu, Kini dan Mendatang

Bicara soal memahami konteks, saya merasa, negara kita sedang menghadapi masalah yang serius. Akibatnya banyak sekali urusan masa kini yang dilihat dengan konteks masa lalu. Juga, banyak urusan masa depan yang dilihat dengan kacamata masa kini. Akibatnya banyak hal yang tidak nyambung.

Anda tentu masih ingat dengan fenomena maraknya GoJek, GrabBike atau Uber Taxi diJakartasepanjangtahun2015. Banyak kontroversinya. Bahkan kemudian sempat dilarang. GoJekdianggapbukanangkutan umum. Lalu, Uber Taxi tidak bisa disebut perusahaan taksi. Gagasan larangan itu berangkat dari UU Nomor 2 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ).

Di sini yang ingin saya tekankan adalah UU itu disahkan tahun 2009, tetapi dibuat beberapa tahun sebelumnya. Mungkin tujuh atau delapan tahun silam. Padahal, isu GoJek, GrabBike atau ojek online lainnya, dan Uber Taxi, muncul enam tahun sesudahnya. Enam tahun jelas bukan waktu yang singkat.

Apalagi di dunia kita yang begitu cepat berubah. Maka, upaya para pejabat untuk melarang dengan memakai regulasi buatan enam tahun jelas tidak nyambung . Dia gagal memahami konteks lahirnya ojek atau taksi online . Dia memakai konteks masa lalu untuk melihat masa kini. Hasilnya, gagal total.

Buktinya ojek dan taksi online tersebut hingga kini masih tetap beroperasi. Mengapa? Sederhana saja, masyarakat membutuhkannya. Ada pasarnya. Apa jadinya kalau ketika itu pemerintah terus memaksa? Masyarakat bakal mengutuk habis-habisan. Untung presiden kita, Joko Widodo, bisa dengan cepat memahami konteks lahirnya ojek dan taksi online. Ia paham kebutuhan masyarakatnya.

UU-lah yang harus menyesuaikan dengan perkembangan masyarakat dan segala kebutuhannya, bukan sebaliknya. Coba kalau ketika itu kita bersikeras menerapkan UU tentang LLAJ. Ojek dan taksi online dilarang. Dunia kita tentu berhenti berputar. Kini, kita juga tengah menyaksikan fenomena seperti ini untuk urusan kereta cepat Jakarta-Bandung yang melibatkan banyak kaum intelektual.

Kita melihat dengan konteks masa kini untuk peristiwa yang bakal terjadi pada masa mendatang. Ingat, kereta cepat itu baru bakal beroperasi secepat- cepatnya pada tahun 2018 atau 2019. Bukan 2016! Tapi, kita memakai konteks 2016. Misalnya, harga tiket Rp200.000 yang dianggap kemahalan.

Sekarang mungkin harga tiketnya relatif terasa mahal, tapi dua tahun kemudian? Kalau memakai hitunghitungan sekarang, mungkin perkiraan jumlah penumpangnya dianggap terlalu optimistis. Tapi, dua-tiga tahun kemudian segalanya bisa dengan cepat berubah. Bandara kita yang besar-besar sedang dibangun dan akan menjadi kenyataan, kereta dalam kota baik di dalam Jakarta Raya maupun Bandung raya juga akan menjadi sebuah kesatuan baru.

Turis asing yang kita bidik pasti tak sekecil ini lagi. Bagi Anda yang sering menggunakan jalan tol Jakarta- Cikampek, dan berlanjut ke tol Cipularang untuk menuju ke Bandung atau tol Cipali ke arah Cirebon, tentu merasakan betul kian menjadi-jadinya kemacetan di sepanjang ruas jalan tol Jakarta-Cikampek.

Apalagi kalau long weekend . Kapan itu mulainya? Sekitar setahun lalu, sejak tol Cipali resmi beroperasi. Masih ada lagi konteks lainnya yang kelihatan dikaburkan sejumlah orang atau karena saking semangatnya mengomentari, banyak di antara kita tak sempat baca bahan yang utuh yang valid, sehingga kita marahmarah tak karuan.

Bahkan sebagian orang mengklaim telah melakukan survei, tetapi ditambahkan “survei kecil-kecilan”, yang amat pragmatis dan amat mungkin hasilnya tidak valid. Kita juga dipenggalkan konteks terhadap sebuah informasi. Seperti tentang biaya kereta cepat yang akan dibangun di Iran yang dikatakan jauh lebih murah.

Kalau Anda baca lebih detail, maka Anda akan tahu biaya itu belum termasuk biaya konstruksinya. Jadi hanya upper structure– nya saja. Dikatakan juga proyek ini ada masalah dalam pembebasan tanah, padahal dibuat di atas jalan tol yang minim pembebasan tanah. Ada lagi yang menuding ini melawan Nawacita. Padahal tugas BUMN jelas-jelas dinyatakan undang-undang untuk mengejar keuntungan.

Untuk apa untungnya? Ya jelaslah untuk menjalankan Nawacita itu sendiri. Kalau tidak, apa mau kita diminta bayar pajak yang lebih besar? Mengapa semua info penting itu dipenggal atau terpenggal? Jawabnya mungkin Anda sudah tahu: agar kita terus berkelahi dan tak maju-maju. Hidup dalam ketakutan, dan makin pragmatis. Itulah dunia kita yang begitu cepat berubah. Maka, jangan sampai kita gagal memahami konteks, sehingga gagal melihat, gagal fokus dan akhirnya gagal total.

Rhenald Kasali

Founder Rumah Perubahan

Kompetensi Lulusan Program Keahlian Multimedia

smk nida el-adabi parungpanjang

Sesuai dengan namanya program keahlian multimedia, maka kompetensi yang harus dimiliki oleh siswa SMK dengan program keahlian multimedia adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan multimedia. Tentu dalam praktiknya tidak semua hal yang berhubungan dengan multimedia harus dikuasai oleh siswa, tetapi ada standar kompetensi yang harus dikuasai oleh siswa dengan brand lulusan multimedia. Apa saja kompetensi standar tersebut?

Beberapa kompetensi standar tersebut antara lain;

  • Mengoperasikan software dan periferal digital illustration, digital imaging, dan web design
  • Mengoperasikan software dan periferal multimedia, presentation, 2D animation, dan 3D animation
  • Mengoperasikan software dan periferal digital audio, digital video, dan visual effects
  • Mengoperasikan software dan peripheral multimedia
  • Operasional pembuatan grafis
  • Perekaman gambar dan suara, dan
  • Keterampilan dalam proses pra produksi Produksi sampai pasca produksi

Untuk memperoleh kompetensi tersebut siswa akan dibekali dengan pengetahuan keilmuan sesuai bidang dan keterampilan komptensi diatas. Seperti pengenalan dan penggunaan software disain grafis, web disain, edit video, dan keterampilan standar multimedia lainnya.

Dengan pengetahuan keilmuan multimedia yang diperolehnya, siswa SMK dengan program keahlian multimedia akan mampu  Membuat projek : Web Design, Fotografi, Membuat Iklan Layanan Masyarakat, Membuat Iklan Komersial, membuat film fiksi atau non fiksi, membuat film dokumenter, membuat video clip, Design Cover dan isi Majalah, Design Produk untuk sebuah kemasan, Design spanduk, Design Banner, Membuat CD interaktif pembelajaran, Membuat CD persentasi, Company Profile berbasis video dan animasi.

Peran Guru dan Fasilitas

Pada akhirnya kompetensi standar siswa tidak serta merta datang begitu saja, harus ada keseimbangan dari institusi tempat siswa belajar. Tenaga pendidik (khususnya guru produktif) yang profesional sesuai bidang keilmuannya, dan fasilitas pendukung yang cukup akan membantu siswa dalam mendapatkan kompetensi-komptensi seperti yang sudah ditulisakan diatas.

Guru produktif memegang peranan penting dalam proses literasi keilmuan yang diperolehnya secara empiris baik dari bangku kuliah maupun outodidak, atau sesuai profesi yang mereka jalani sesuai bidang keilmuanya. Sementara fasilitas akan menjadi media dalam proses literasi tersebut. Guru produktif akan sangat mudah berinovasi dengan fasilitas yang cukup. Begitupun siswa, akan lebih mudah menguasai skill tertentu yang diberikan guru dan mempraktikannya dengan fasilitas yang cukup tersebut.

MEMILIH PROGRAM STUDI DI SMK

Setiap Program Studi  memiliki materi dan sifat pembelajaran yang berbeda-beda. Memilih Program Studi pendidikan di SMK bukan urusan yang mudah dan bukan persoalan yang sepele. Banyak faktor yang harus diperhitungkan dan dipikirkan masak-masak. Memilih secara tergesa-gesa tanpa memperhitungkan segala aspek akan berakibat fatal mulai dari kesadaran yang terlambat bahwa Program Studi yang diambil tidak sesuai dengan kepribadian sampai pada drop out / DO  Maka dari itu pemilihan jurusan sedini mungkin harus mulai dipertimbangkan.

Cara milih jurusan di SMK yang baik adalah dengan cara :
1. Menyesuaikan Cita-Cita, Minat dan Bakat
Bagi yang telah memiliki cita-cita tertentu, maka lihatlah jurusan apa yang dapat membawa menuju profesi atau pekerjaan yang anda inginkan. Janganlah memilih Program Studi teknik mesin jika anda ingin menjadi seorang ahli komputer dan jangan pula memilih Program Studi farmasi jika bercita-cita menjadi ahli bangunan.
Sesuaikan Program Studi yang ingin diambil dengan minat dan bakat. Jika tidak menyukai menggambar jangan mengambil jurusan Teknik Bangunan. Kemudian lihat bakat anda saat ini. Mengembangkan bakat yang sudah ada disertai dengan rasa suka dan cita-cita pada suatu Program Studi  akan menjadi pilihan yang tepat.
2. Informasi

Carilah informasi yang banyak sebagai bahan pertimbangan anda untuk memilih Program Studi. Cari dan gali informasi dari banyak sumber seperti orang tua, saudara, guru, teman, ,tetangga, konsultan pendidikan, kakak kelas, teman mahasiswa, profesional, dan lain sebagainya. Jangan mudah terpengaruh dengan orang lain yang kurang menguasai informasi atau ikut-ikutan teman.
Internet juga merupakan media yang tepat dan bebas untuk bertanya kepada orang-orang di dalamnya tentang apa yang ingin kita ketahui. Cari situs forum atau chating melalui messenger dengan orang yang dapat dipercaya. Semua informasi yang didapat dirangkum dan dijadikan bahan untuk membantu memilih jurusan.
3. Lokasi dan Biaya
Jika dana yang ada terbatas maka pilihlah lokasi pendidikan yang dekat dengan tempat tinggal atau lokasi luar kota yang memiliki biaya hidup yang rendah. Pilih juga tempat pendidikan yang biaya pendidikan tidak terlalu tinggi. Jika dana yang ada nanti belum mencukupi, maka carilah beasiswa, keringanan, pekerjaan paruh waktu / freelance atau sponsor untuk mencukupi kebutuhan dana anda. Jangan jadikan pula uang sebagai faktor yang sangat menghambat masa depan anda.
4. Daya Tampung Prodi / Peluang Diterima
Perhatikan daya tampung suatu sekolah di Negeri dan sekolah swasta. Pada umumnya memiliki kuantitas yang terbatas dan diperebutkan oleh banyak orang. Jangan membebani diri anda dengan target untuk bersekolah di tempat tertentu dengan jurusan tertentu yang favorit.
5. Masa Depan Karir dan Pekerjaan
Lihatlah ke depan setelah anda lulus nanti. ApakahProgram Studi yang anda ambil nanti dapat mengantar anda untuk mendapatkan pekerjaan dan karir yang baik? karena saat ini rekrutmen perusahaan dalam mencari tenaga kerja tidak melihat seseorang dari latar belakang pendidikan saja, namun juga pengalaman. Tetapi jika kompetensi, keberanian dan kemampuan anda jauh dari orang-orang normal, maka jurusan apapun yang anda ambil sah-sah saja.
Biarkanlah hati dan akal sehat anda bicara tanpa adanya campur tangan dari orang lain. Konsultasikan dengan orang tua dan orang lain yang anda percayai. Pemilihan Program Studi pendidikan di SMK sangat menentukan masa depan anda.

Cara agar diterima di sekolah SMK

Masa persiapan ( saat masih sekolah SMP )

  1. Siapkan diri sejak dibangku SMP atau bahkan SD, misalnya dengan mengikuti les tambahan, kursus privat atau belajar ekstra agar bisa mendapatkan ilmu lebih unggul dari siswa lainya.
  2. Raih nilai tertinggi saat ujian nasional, kita tahu bahwa nilai ujian SMP masih digunakan sebagai pedoman dalam seleksi siswa SMK, semakin tinggi nilai ujian maka peluang untuk diterima menjadi besar. untuk itu perlu rajin belajar dan berdoa.
  3. Ikuti lomba antar sekolah, entah itu tingkat kota, provinsi, nasional maupun internasional. jika kita berhasil meraih juara maka bisa menjadi modal tambahan untuk kelancaran masuk sekolah.
  4. Rajin olahraga renang atau sejenisnya yang berpotensi menyehatkan badan, perlu diketahui bahwa untuk masuk SMK ada syarat tinggi badan minimal sekian puluh cm.
  5. Sesekali mengunjungi sekolah SMK incaran, disitu kita bisa melihat-lihat bagaimana suasana sekolah, bertanya pada kakak kelas tentang pengalamanya dll.

Masa pendaftaran ( saat hendak mendaftar sekolah SMK )

  1. Memilih sekolah, Melihat nilai dan kemampuan diri, ini sangat besar pengaruhnya dalam menentukan sekolah mana yang akan dipilih, beberapa sekolah favorit membutuhkan nilai yang tinggi untuk bisa bersaing dengan pendaftar lain. jadi pastikan memilih sekolah SMK yang sekiranya disitu kita masih dapat bersaing dan ada kemungkinan untuk diterima.
  2. Memilih jurusan, sekali lagi melihat kemampuan diri apakah pada jurusan tersebut ada peluang untuk diterima, jika tidak maka bisa mencari alternatif jurusan lain atau mencari sekolah lain yang pada jurusan tersebut lebih sedikit peminatnya.
  3. Disiplin dalam mendaftar, kita perlu mencari tahu dan memantau jadwal pendaftaran lalu mendaftar tepat waktu agar bisa diproses oleh panitia.
  4. Ukur tinggi badan, jika tinggi badan kita lebih tinggi dari minimal persyaratan maka sudah ada modal tambahan untuk diterima.
  5. Berdoa, hendaknya usaha keras kita juga disertai dengan doa agar dipermudah jalan menuju cita-cita.

Logo Tut Wuri Handayani

 

Berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tanggal 6 September 1977, No.: 0398/M/1977 tentang penetapan Lambang Departemen Pendidikan dan Kebudayaan yang diperjelas dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 6 tahun 2013, tentang Tata Naskah Dinas Di Lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, berikut peraturan penggunaan lambang resmi Kemendikbud yang benar.

Bidang Segi Lima (Biru Muda)

menggambarkan alam kehidupan Pancasila.

 Semboyan Tut Wuri Handayani

digunakan oleh Ki Hajar Dewantara dalam melaksanakan sistem pendidikannya. Pencantuman semboyan ini berarti melengkapi penghargaan dan penghormatan kita terhadap almarhum Ki Hajar Dewantara yang hari lahirnya telah dijadikan Hari Pendidikan Nasional.

 Belencong Menyala Bermotif Garuda

Belencong (menyala) merupakan lampu yang khusus dipergunakan pada pertunjukan wayang kulit. Cahaya elencong membuat pertunjukan menjadi hidup. Burung Garuda (yang menjadi motif belencong) memberikan gambaran sifat dinamis, gagah perkasa, mampu dan berani mandiri mengarungi angkasa luas. Ekor dan sayap garuda digambarkan masing-masing lima, yang berarti: ‘satu kata dengan perbuatan Pancasilais’.

 Buku

Buku merupakan sumber bagi segala ilmu yang dapat bermanfaat bagi kehidupan manusia.

 Warna

Warna putih pada ekor dan sayap garuda dan buku berarti suci, bersih tanpa pamrih. Warna kuning emas pada nyala api berarti keagungan dan keluhuran pengabdian. Warna biru muda pada bidang segi lima berarti pengabdian yang tak kunjung putus dengan memiliki pandangan hidup yang mendalam (pandangan hidup Pancasila).

WhatsApp chat